Selamat Datang di MediaPendampingNews.Com ➤ Cepat - Akurat - Terpercaya ➤ Semua Wartawan MediaPendampingNews.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.



Kelompok Juli Tani Wujudkan Situasi Kondusif Jelang Pemilu 2024

Editor: MediaPendampingNews.com author photo

 


MPnews.Deli Serdang  -  Menjelang pemilu 2024, Ketua Kelompok Juli Tani, Yareli, ST menghimbau kepada anggota agar tidak terpancing berita hoax serta dapat membantu pihak Kepolisian khususnya Polda Sumut dalam menciptakan situasi yang kondusif selama mengikuti Pemilu 2024.


Hal itu disampaikan Yareli di Kabupaten Deli Serdang kepada wartawan pada Sabtu (1/9/2023).


"Selama mengikuti tahapan Pemilu 2024 dapat dilakukan secara santun dengan tidak melakukan Black Champaign, Politik Identitas serta mampu meminimalkan potensi polarisasi masyarakat petani," ucapnya.


Sebagain informasi,  Kelompok Juli Tani didirikan pada tahun 1982 yang terletak di Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang merupakan kelompok tani yang masih aktif yang diketuai oleh Yareli, ST  serta memiliki keanggotan sebanyak 105 orang di 17 Dusun dan memilki luas lahan pertanian 48 Ha dengan rincian 40 Ha tanaman cabai dan 8 Ha tanaman Padi.


Pada tahun 1989, kelompok tani juli memilki bendungan yang dibangun dari swadaya masyarakat bertujuan untuk  melakukan pengairan ke lahan pertanian kelompok tani, namun irigasi tidak bertahan lama sehingga masyarakat tani sulit mendapatkan pengairan yang maksimal menyebabkan produksi hasil pertanian menjadi bekurang.


Pada tahun 2014 Yareli, ST terpilih sebagai ketua serta diberi kepercayaan oleh masyarakat tani untuk memimpin Kelompok Tani Juli dan ianya mempunyai visi-misi dalam menjalankan program-program pertanian, sehingga di tahun 2017 kelompok tani juli mampu menjadi klaster penanaman cabe di Kab Deli Serdang serta menjadi kelompok binaan dari Bank Indonesia yang dapat berkaloborasi mencegah inflasi di Prov Sumut.


Yareli, ST menjelaskan Petani memiliki keterbatasan sumber daya dan sebagian besar pertanian berada di lanskap marginal. Dampak lingkungan marginal bagi petani dalam menggarap usaha tani yaitu kelangkaan air, degradasi lahan, kerawanan pangan, dan menurunkan produktivitas tanaman, cekaman abiotik salinitas skala luas berakibat mengurangi stok pangan nasional, penurunan produksi pangan, dan ancaman ketahanan pangan global. 



(Rizky Zulianda)

Share:
Komentar

Berita Terkini