Selamat Datang di MediaPendampingNews.Com ➤ Cepat - Akurat - Terpercaya ➤ Semua Wartawan MediaPendampingNews.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.



Renungan Minggu : Buah Daripada Iman Nats: Yakobus 2:14-26

Editor: MediaPendampingNews.com author photo

 


MPnews.Medan  -  Dalam bahasa Indonesia iman adalah suatu keyakinan sentral yang diajarkan oleh Yesus sendiri dalam kaitannya dengan injil (Kabar Baik). Jadi orang percaya di bangun dengan dasar iman yang jelas, dimana iman kita memiliki kepercayaan bahwa Tuhan kita adalah Yesus Kristus(Ibrani 11:1). Jadi orang percaya adalah orang-orang yang beriman kepada Yesus, dan orang-orang yang beriman kepada Yesus pasti mengenal Yesus Kristus Tuhan kita. Iman juga terjadi karena adanya pendengaran yang baik akan firman Tuhan. Kita akan belajar apa dampak bagi kita jika kita benar-benar hidup didalam iman.


1. Iman=mengenal Tuhan. Yakobus 2:23

Ayat ini jelas mengatakan bahwa iman Abraham timbul karena dia membangun kepercayaan kepada Allah, karena dia mengenal siapa Allah yang dia percayai. Artinya orang yang beriman adalah orang-orang yang seharusnya mengenal Tuhan dengan baik secara akurat, dan bukan hanya sekedar mengetahui, tetapi harus mengenal. Namun ada banyak orang percaya, pengenalan akan Tuhan sudah semakin sedikit, karena prang berpikir bahwa pengenalan akan Tuhan cukup dengan hanya datang beribadah ke gereja, ikut persekutuan doa, sibuk melayani kesana kemari, tanpa mengetahui apa yang Allah kehendaki dalam kehidupan kita. Jadi  pengenalan akan Tuhan seharusnya terus bertumbuh didalam hidup kita, sehingga ibadah dan kegiatan kerohanian lainnya bukan hanya menjadi kegiatan rutinitas, tetapi menjadi kegiatan yang kita rindukan untuk kita dapat bertumbuh dalam iman percaya kita, dan secara otomatis kitapun menjadi dampak bagi sekitar kita.


2. Iman=perubahan. Yakobus 2:21-22

Jelas dikatakan bahwa iman Abraham  menjadi sempurna ketika dia melakukan perbuatan(tindakan iman) yang membuat imannya menjadi sempurna. Arti dari perbuatan disana adalah Abraham melakukan sesuatu yang dapat mengubah gaya hidupnya yang lama menjadi gaya hidup yang baru, yang arti Abraham mengalami perubahan didalam imannya. Jadi orang yang beriman adalah orang yang selalu mengalami perubahan yang mengarah untuk kemuliaan Tuhan(perubahan positif). Ada banyak orang percaya hanya di awal saja mengalami perubahan, ketikan waktu berjalan perubahan semakin menurun. Contoh ketika bunga ditanam dari kecil, maka pertumbuhan yang baik adalah semakin besar dan indah. Ada banyak orang percaya tidak lagi mengalami perubahan demikian, dimana seharusnya iman mengubahkan kita untuk kita bertumbun bukan hanya didalam roh, tetapi juga di dalam jasmani. Artinya yang dulunya kita sombong menjadi rendah hati, "pemarah" menjadi peramah, "bodoh" menjadi pintar(pendidikan), malas menjadi rajin(giat), dan lain-lain. Jadi demikianlah seharusnya iman kita dapat mengubahkan kita untuk menjadi lebih baik dan bukan menjadi lebih buruk.


3. Iman:tanggung jawab. Yakobus 2:14

Ayat ini jelas mengatakan bahwa orang memiliki iman pasti telah melakukan perbuatan-perbuatan(tindakan) iman. Artinya bahwa orang beriman didalam Tuhan adalah orang-orang yang memiliki tanggung jawab atas apa yang Tuhan percayakan didalam imannya. Namun banyak orang percaya telah hilang dari rasa tanggung jawab yang seharusnya kita lakukan dari apa yang Tuhan percayakan dalam kehidupan kita sebagai orang yang beriman. Apa yang sudah Tuhan percayakan kepada kita? Apakah keluarga, bisnis, ladanga, pelayanan dan sebagainya! Orang yang beriman pasti akan bertanggung jawab dengan benar dimata Tuhan akan keluarganya, bisnisnya, ladangnya, dan bahkan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Jadi orang beriman juga pasti akan mengembangkan kapasitas dirinya dalam segala hal yang Tuhan telah percayakan kepada kita. 


Kesimpulan: Jadi iman terjadi karena ada pengenalan akan Tuhan secara akurat dan terus menerus dibangun. Ketika iman terus terbangun, maka hidup kita seharus secara otomatis berubah semakin lebih baik, dan bukan semakin buruk, karena iman membawa perubahan. Jika iman kita benar-benar bertumbuh dengan baik, maka iman akan mengajarkan kita untuk kita bertanggung jawab atas apa yang Tuhan percayakan dalam hidup kita, sehingga hidup kita dapat menjadi dampak bagi orang lain di sekitar kita. Amin


Ev. Ariston Napitupulu S.Th

Share:
Komentar

Berita Terkini