MPnews.Medan - Kita sudah tahu bahwa dalam minggu ini adalah hari raya kenaikan Tuhan Yesus setelah melewati kematian dan kebangkitan. Kita juga tahu sebagai orang percaya bahwa kenaikan Yesus bukanlah menjadi akhir dunia. Oleh sebab itu kehidupan orang percaya sudah seharusnya mengambil tongkat estafet yang Tuhan Yesus serahkan kepada kita sebagai orang percaya. Namun tidak sedikit orang percaya belum mengerti akan maksud Tuhan lebih lagi setelah kenaikan Yesus Tuhan kita. Jadi kenapa orang percaya belum mengerti maksud Tuhan dalam hidupnya sekalipun orang percaya tersebut rajin beribadah, doa, persekutuan dan lain-lain, tetapi tidak melakukan apa-apa dalam hidupnya(tidak naik level). Jadi kenapa orang percaya tidak next level dalam imannya?
1. Kurangnya kepekaan didalam iman.
Kita dapat melihat dalam Kisah para rasul 1 dalam situasi dimana ada banyak murid-murid Tuhan Yesus di sekitarNya, dimana murid-murid tersebut sudah sering mengikuti Yesus, melihat Yesus, bahkan mendengarkan langsung FirmanNya. Namun yang terjadi adalah tidak adanya pertumbuhan iman dalam iman mereka, dikarekan mereka hanya melihat secara kasat mata saja, tidak dengan iman yang peka. Jadi sebenarnya jika kita lihat dalam Kisah Para Rasul 1:6, ada ketidakpekaan didalam murid-murid pada jaman itu, sehingga membuat mereka tidak memiliki inisiatif atau kepekaan didalam Tuhan. Dalam KBBI, kepekaan sama dengan mudah bergerak, beraksi, memerhatikan, dan sanggup melakukan dan beraksi dalam segala keadaan. Artinya, seharusnya jika murid-murid memiliki kepekaan yang benar, maka mereka tidak akan bertanya tentang hal-hal yang Yesus lakukan, tetapi tentang hal-hal yang mereka harus lakukan sesudah Tuhan Yesus terangkat. Jadi jelas, bahwa Tuhan menginginkan inisiatif dan kepekaan dari umatNya, sehingga kita sebagai orang percaya tahu apa yang harus kita lakukan, tidak harus menunggu perintah jika sudah tahu apa yang harus lakukan.
2. Kawatir dengan keadaan situasi dan keadaan.
Kita dapat melihat Kisah Para Rasul 1:6-7, dimana murid-murid kawatir dengan kepergian Yesus, mereka takut jika Yesus pergi mereka tidak dapat melakukan apa-apa, sehingga mereka takut akan situasi, waktu maupun keadaan mereka. Kita juga sering mengalami demikian, dimana kita terkadang merasa takut dengan keadaan situasi dan keadaan, padahal kita sering beribadah, berdoa dan baca firman dengan giat, namun ketakutan melandan diri kita, ekonomi, sakit penyakit dan sebagainya. Jadi jelas Tuhan ingin kita fokus pada panggilan kita, dimana kita sangat bisa dan mampu melewati segala situasi dan keadaan sulit sekalipun. Oleh sebab itu pastikan kita tidak kawatir dalam segala hal, karena Tuhan menyertai kita.
Kesimpulan: Ketika kita memiliki kepekaan didalam Tuhan dengan baik, maka kita akan tahu apa yang harus kita lakukan. Kita merespon dengan baik apa yang Tuhan ingin kita lakukan, sehingga kita dapat menggenapi panggilan kita, dengan tidak takut dan kawatir sekalipun keadaan sulit yang kita hadapi. Jadi ketika kita mampu peka dan tidak takut atau kawatir, maka secara otomatis kita akan menjadi saksiNya sebagai orang percaya dan nama Tuhan dinpermuliakan lewat hidup kita. Amin
Ev.Ariston Napitupulu M.Th
