Selamat Datang di MediaPendampingNews.Com ➤ Cepat - Akurat - Terpercaya ➤ Semua Wartawan MediaPendampingNews.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.


Renungan Minggu : Menjaga Iman Nats: 1 Samuel 13:1-14

Editor: MediaPendampingNews.com author photo

 


MPnews.Medan. -  Penting bagi orang percaya untuk terus tetap kuat dalam iman, karena iman akan menentukan pencapaian akhir hidup kita sebagai orang percaya(Ibrani 11:6). Artinya iman ada bagian terbesar dalam hidup orang percaya yang harus di pertahankan dalam pertumbuhan iman yang sehat, karena iman bukan berbicara tentang agama, bukan berbicara tentang banyak pelayanan dan sebagainya, tetapi tentang kepercayaan iman kita akan Tuhan yang terus terbangun  dan bertumbuh dengan baik. Raja Saul ada salah satu contoh yang dia tidak dapat mempertahankan imannya akan Tuhan, padahal sebelumnya dia dipakai Tuhan secara luar biasa. Oleh sebab itu kita akan belajar kenapa Raja Saul tidak bisa mempertahankan imannya.


1. Iman yang lemah menghasilkan ketakutan yang merusak masa depan. 1 Samuel 13:8-9.

Raja Saul adalah seorang raja yang Tuhan pakai untuk menjadi kepercayaanNya dalam menggenapi rencanaNya atas umat Israel. Namun kepercayaan yang Tuhan berikan kepada Saul, namun Saul tidak bisa mempertanggung jawabkan imannya kepada Tuhan atas apa yang telah Tuhan percayakan. Dalam ayat 8-9, kita dapat melihat dimana situasi dan keadaan Saul sangat terjepit sebagai raja. Namun sekalipun dia mengalami demikian, Samuel yang adalah hamba Allah telah memperingatkan kepada Saul agar tetap tenang dan menunggu selama 7 hari apapun keadaan dan situasinya. Namun kita dapat melihat, iman Saul mulai meragukan apa yang dikatakan oleh Samuel dikarenakan dia merasa ketakutan dalam menghadapi situasi dan keadaannya, sehingga dia mengambil keputusan yang salah. Ada banyak orang percaya pada jaman sekarang, sudah mulai meragukan imannya dikarenakan mengalami situasi dan keadaan yang sangat menakutkan, sehingga kita mengambil keputusan yang salah dengan cara pergi ke dukun, korupsi, lari dari tanggung jawab dan sebagainya. Oleh sebab itu pastikan kita memiliki iman yang kuat, sehingga ketika kita mengalami tekanan dalam situasi yang beratpun kita tetap mengandalkan Tuhan. 


2. Iman yang lemah menghasilkan lost control(tidak bisa mengendalikan diri). 1Samuel 13:9-12.

Ini juga menjadi masalah Saul ketika imannya lemah dalam menghadapi situasi dan kondisi, dimana dia lepas kendali dari rencana Tuhan dalam hidupnya. Artinya orang yang memiliki iman yang lemah akan selalu bertindak tidak sesuai lagi dengan firmanNya dalam mengambil keputusan. Ada banyak orang percaya ketika dipakai Tuhan secara luar biasa dalam kehidupannya, namun ketika menghadapi situasi dan keadaan yang tidak kita inginkan, kita mengambil keputusan sudah tidak lagi sesuai dengan firmanNya. Tidak sedikit orang percaya jaman sekarang sudah menghalalkan segala cara agar masalah atau keadaan yang kita hadapi dapat terselesaikan dengan baik. Banyak orang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya dan lepas kendali dari firman Tuhan karena keadaan dan situasi yang berat. Oleh sebab itu pentingnya iman kita terus terbangun dengan sehat agar kita mampu menggenapi rencanaNya sampai akhir. 


3. Iman yang lemah menghasilkan kesombongan. 1 Samuel 13:11-12.

Kesombongan adalah hal yang paling di benci oleh Allah(Amsal 16:5), karena kesombongan bukan bagian dari Allah. Artinya kesombongan bukanlah menjadi bagian dari hidup orang percaya. Saul dalam posisinya sebagai raja merasa dia bisa melakukan seagala sesuatunya, termasuk melakukan yang seharusnya bukan bagiannya. Artinya efek daripada lemahnya iman Saul, maka Saul mengalami kesombongan sehingga dia melakukan segala sesuatu tanpa lagi arahan daripada firman Tuhan( 1 Samuel 13:12). Orang yang imannya lemah akan terlihat daripada keputusan-keputusan atau tindakan-tindakan yang kita lakukan itu akan menghasilkan kerugian dalam iman percaya kita. Oleh sebab itu pastikan kita memiliki iman yang terus bertumbuh dengan sehat, agar kesombongan tidak menjadi bagian dalam hidup kita. 


Kesimpulan: Jadi pastikan kita memiliki iman yang bertumbuh dengan sehat, karena iman yang bertumbuh dengan sehat akan membuat kita tidak takut dalam menghadapi situasi dan keadaan yang berat. Iman yang bertumbuh dengan sehat akan terus melatih kita dalam pengendalian diri yang baik, dan iman yang bertumbuh dengan sehat akan selalu mengajari kita untuk kita tetap rendah hati, karena rendah hati adalah cara Tuhan mempromosikan kita lebih lagi(Matius 23:12). Amin


Ev. Ariston Napitupulu M.Th

Share:
Komentar

Berita Terkini