Selamat Datang di MediaPendampingNews.Com ➤ Cepat - Akurat - Terpercaya ➤ Semua Wartawan MediaPendampingNews.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.



Renungan Jumat Agung : Tujuan Karya Salib Tuhan Yesus Nats: Yohanes 19:30.

Editor: MediaPendampingNews.com author photo

 


MPnews.Medan  -  Dalam ayat nats, ini adalah ayat puncak dimana Tuhan Yesus mati dikayu salib dengan menyerahkan nyawaNya. Dan kematian Tuhan Yesus tidak sama dengan kematian manusia lainnya, karena Tuhan Yesus lahir kedunia, dan mati, itu memiliki tujuan yang jelas. Kita sebagai orang percaya harus memahami maksud dan tujuan Tuhan Yesus dalam kematianNya didunia, karena dengan kematiaNya kita dapat menerima kehidupan yang kekal(1Petrus 2:24). Jadi apa dan maksud tujuan Tuhan Yesus dalam kematianNya?


1. Memperbaiki gambar dan rupa Allah yang telah rusak. Kejadian 1:26, Yesaya 52:14.

Kita dapat melihat awal penciptaan Manusia kedunia, dimana Tuhan tidak ada sedikitpun merencanakan hal-hal yang buruk bagi manusia, karena Allah selalu merancangkan kebaikan akan seluruh ciptaanNya. Namun justru dalam Kejadian 3, justru manusia itu sendirilah yang merusak rencana Allah akan dunia ini, dimana manusia itu sendiri merusak gambar dan rupa Allah dalam dirinya. Oleh sebab itu, Tuhan Yesus datang lahir kedunia dan mati dikayu salib salah satunya adalah menunjukan betapa rusaknya gambar dan rupa Allah dalam diri manusia.  Kematian Tuhan Yesus di kayu salib adalah puncak dimana tubuhNya benar-benar mengalami kerusakan yang sangat total, dan dikatakan dalam Yesaya 52:14, "begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi" artinya bahwa manusia sudah tidak segambar dan serupa dengan Allah lagi, dan bahkan sedikitpun tidak. Oleh sebab itu Tuhan Yesus kematianNya menunjukan bahwa hanya Dialah yang bisa mengembalikan gambar dan rupa Allah dalam diri manusia, sehingga setiap orang percaya kepadaNya tidak akan binasa(Yohanes 13;16). Jadi sadari bahwa gambar dan rupa Allah ada dalam diri kita, dan pastikan janganlah kita merusaknya, karena Tuhan Yesus telah memulihkan gambar dan rupa Allah dalam hidup kita. 


2. Mengembalikan jati diri kita. Kejadian 1:26.

Dalam Kejadian 1:26, dikatakan "supaya mereka berkuasa" adalah dimana Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa itulah jati diri manusia, yang Tuhan telah berikan kuasa atas apa yang Tuhan telah percayakan dihadapan manusia. Kata "berkuasa" disana menunjukan bahwa Allah dengan memberikan kebebasan penuh terhadap manusia untuk melakukan segala sesuatnya atas apa yang dipercayakan oleh manusia. Artinya manusialah yang seharusnya mengontrol, mengendalikan, dan bahkan memutuskan segala sesuatunya untuk dikelolah dengan baik dan benar. Namun kenyataan jaman sekarang, ada banyak orang percaya justru lupa dengan jati dirinya, yang dimana kita justru malah dikontrol, dikendalikan dan bahkan tidak bisa memutuskan segala sesuatunya dengan baik dan benar dikarenakan ketidakpercayaan diri akan apa yang telah Allah berikan kepada kita. Oleh sebab itu pastikan kesadaran akan Tuhan selalu ada dalam hidup, sehingga kita terus memiliki kuasa untuk kita melakukan kehendakNya dalam hidup kita. 


3. Mengembalikan visi Allah yang gagal, yaitu hidup kekal. Kejadian 1:26, Yeremia 29:11, Efesus 2:10.

Inilah visi Tuhan dalam penciptaan manusia kedunia, yaitu Tuhan merancangkan kebaikan, keindahan, damai sejaterah, dan sukacita. Artinya Tuhan memiliki visi kepada manusia untuk kita  dapat dipercayai dan hanya menerima kebaikan daripada Tuhan, dan tidak ada sedikitpun keburukan atau yang tidak baik(hidup kekal). Namun justru kitalah yang merusak kepercayaan Tuhan dan memilih hidup yang lebih buruk dengan menjauh daripada Tuhan dengan dosa-dosa yang kita lakukan, sehingga visi Tuhan tidak terjadi dalam hidup kita(hidup kekal). Dalam Efesus 2:10, jelas dikatakan disana bahwa tujuan Tuhan menciptakan manusia adalah untuk melakukan perbuatan yang baik, dan baik maksud Tuhan adalah yang benar dimatanTuhan, dan tidak bertentangan dengan FirmanNya. Jadi jika ingin visi Allah terjadi dan tergenapi dalam hidup kita, pastikan kita selalu tetap dalam FirmanNya, baik dalam perilaku, dan gaya hidup sehari-hari. 


Kesimpulan: Jadi jelas bahwa kematian Tuhan Yesus untuk mengembalikan gambar dan rupa Allah yang telah di rusak oleh manusia, sehingga Tuhan Yesus harus mati di kayu salib dengan tubuh dan rupa yang tidak seperti manusia lagi. Oleh sebab itu sadari siapa jati diri kita yang sesungguhnya, sehingga visi Tuhan dapat tergenapi dalam hidup kita. Amin



Ev. Ariston Napitupulu. S.Th

Share:
Komentar

Berita Terkini