Selamat Datang di MediaPendampingNews.Com ➤ Cepat - Akurat - Terpercaya ➤ Semua Wartawan MediaPendampingNews.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.


Renungan Minggu. : Tentukan Pilihanmu Nats: Matius 1:17

Editor: MediaPendampingNews.com author photo

 


MPnews.Medan. -  Setiap manusia pasti memiliki yang namanya rekam jejak atau sejarah pribadi dan bahkan mungkin menjadi sejarah bagi orang lain. Dalam bahasa Indonesi sejarah adalah "peristiwa masa lalu dan jejak atau catatannya, dipelajari oleh berbagai cabang ilmu sejarah manusia". Artinya sejarah adalah suatu kejadian yang telah terjadi namun kita tetap bisa belajar dari kejadian-kejadian tersebut. Artinya sejarah juga berpengaruh bagi masa depan kita dan bahkan bagi generasi-generasi yang akan datang. Jika kita baca ayat nats, kita juga menemukan dimana Matius mempelajari sejarah keturunan daripada Yesus Kristus Tuhan kita. Pertanyaannya kenapa Matius mau mempelajari sejarah dan mencari tahu silsilah Yesus Kristus Tuhan kita? 


1. Matius menemukan bahwa dari silsilah Yesus Kristus adalah tokoh-tokoh sejarah yang menunjukan kehidupan mereka mengarah kepada Kristus Yesus. Matius 1:1-16

Kita dapat melihat dengan keseluruhan ayat ini, dimana ada banyak tokoh-tokoh sejarah yang sangat berdampak dalam kehidupan mereka, sehingga mereka menjadi salah satu sejara yang tertuju kepada Yesus. Kita dapat melihat bagaimana Abraham menunjukan bagaimana seharusnya kita memiliki iman yang percaya penuh kepada Allah, dengan tidak mengkawatirkan anaknya sedikitpun sekalipun di korbankan(Kejadian 22:12). Kita juga dapat melihat bagaimana seorang Yakub mampu bergumul dengan Allah agar rencana Allah terus terjadi dalam hidupnya. Artinya sebagai orang percaya, kita juga adalah bagian dari sejarah iman yang seharusnya terjadi dan menunjukan Yesus Kristus Tuhan kita kepada orang lain, sehingga orang lain dapat melihat kehidupan dan aktifitas kita menunjukan siapa Tuhan kita. Jadi orang percaya bukanlah berbicara tentang agama, tetapi berbicara tentang siapa diri kita dalam menjadi sejarah-sejarah iman didalam Kristus. Artinya kita harus menjadi bagian seharah iman percaya kita, sehingga kita dapat berpengaruh bagi generasi ke generasi dimasa yang akan datang. 


2. Karena Yesus sangat berdampak bukan hanya kepada Matius secara pribadi, tetapi bagi seluruh dunia. Matius9:9-13

Latar belakang Matius adalah seorang pemungut cukai, yang notabene pada jaman itu bisa di katakan petugas pajak. Namun kita melihat ayat ini Matius pada waktu pemanggilan dirinya sebagai murid, sangatlah cepat. Ketika Yesus mengajak dirinya, tanpa basa-basi Matius langsung mengikuti Yesus. Dari sini kita dapat melihat bahwa Matius sebenarnya sudah mengenal sedikit gambaran siapa sebelumnya Yesus yang adalah seorang guru yang notabene pengajar rohaniawan. Namun dia tidak menyangka bahwa Yesus mengajak dirinya yang adalah seorang pendosa untuk menjadi pengikutnya, sehingga ketika dia mendengar ajakan tersebut dia tidak menunda-nunda lagi akan panggilannya. Artinya sebelum Matius menjadi murid Yesus, kehidupan Yesus sendiri sudah menjadi dampak bagi seorang Matius sekalipun belum bertemu. Jadi sudah seharusnya kita sebagai orang percaya menjadi dampak, dan meniadi dampak tidaklah harus melihat waktu-waktu tertentu, tetapi apapun waktu dan kondisi situasinya tetaplah kita menjadi dampak, sehingga kita dapat menjadi pengaruh yang besar bagi orang lain, sekalipun kita tidak mengenal orang tersebut. 


3. Matius menjadi bagian sejarah dengan menerima panggilannya tanpa menolak sedikitpun. Matius 9:9.

Inilah kunci sukses Matius, dimana ketika dalam pemanggilannya sebagai murid Yesus, dia tidak menolak sedikitpun, sekalipun dia harus meninggalkan zona nyamannya. Artinya, kunci sukses untuk kita menjadi sejarah iman adalah ketika kita selalu siap sedia dalam panggilan kita sebagai hamba Tuhan. Namun ada banyak percaya jaman sekarang tidak sedikit kita menemukan dimana orang-orang yang mungkin sering terlibat dalam kerohaniawan, tetapi ketika secara tiba-tiba mendapat tugas sebagai hamba Tuhan, namun tidak memiliki kesiapan dalam mengemban tugas tersebut. Oleh sebab itu pastikan kita sebagai bagian dari sejarah iman, kita memiliki kesiapan dalam segala waktu, situasi dan kondisi. Ketika kita siap, maka Tuhan akan terlibat dalam tugas panggilan kita sebagai hamba Tuhan. 


Kesimpulan: Jadilah sejarah iman dalam kehidupan kita yang selalu berpegang teguh dalam panggilan kita. Oleh sebab itu berdampaklah dalam kehidupan kita bukan hanya kepada orang yang kita kenal, tetap berdampak juga kepada orang-orang yang sekalipun tidak kita kenal. Oleh sebab itu, selalu persiapkan diri kita dalam panggilan kita didalam Tuhan dengan siap sedia kapanpun waktu, sistuasi dan kondisi, baik atau buruk keadaan kita. Amin


Ev. Ariston Napitupulu M.Th

Share:
Komentar

Berita Terkini