Selamat Datang di MediaPendampingNews.Com ➤ Cepat - Akurat - Terpercaya ➤ Semua Wartawan MediaPendampingNews.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.


Renungan Minggu. - Kasih Adalah Dasar Hidup Orang Percaya Nats: Efesus 5:2

Editor: MediaPendampingNews.com author photo

 


MPnews.Medan. +. Dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah." Ayat ini jelas mengatakan bahwa Tuhan Yesus telah menyatakan, dan menjadikan diriNya teladan bagaimana seharusnya kita nemiliki, menghidupi, dan mengalami kasih yang benar. Dasar Tuhan menciptakan manusia adalah dengan didasari oleh kasih Allah pada kita, sehingga sekalipun manusia jatuh dalam dosa Allah tidak meninggalkan manusia(Kejadian 3:8). Dimana sekalipun Tuhan tahu manusia jatuh dalam dosa, Tuhan tetap mau menghampiri Adam dan Hawa. Namun Adam dan Hawa yang telah kehilangan kemuliaan Allah justru menjauh daripada Tuhan. Oleh sebab itu kita akan belajar bagaimana kita mempertahankan kasih yang adalah bagian dari hidup kita didalam Tuhan.


1. Kasih harus di peragakan(praktekan) dengan kebenaran. 1 Yohanes 3:18.

Ini yang hilang dari gaya hidup orang percaya, yaitu mempraktekan kasih dalam kehidupan kita. Saya mendapati daripada ayat ini menunjukan bahwa kasih adalah gaya hidup warga kerajaan sorga, yang artinya kasih adalah bahasanya sorga secara mutlak. Artinya tidak bisa tidak, kita sebagai orang percaya harus memiliki gaya hidup yang menghadirkan kasih Allah terhadap semua orang, karena itu akan menjadi kebiasaan kita ketika kita menjadi warga kerajaan sorga. Ada banyak orang percacaya jaman sekarang sudah mulai kehilangan kasih Allah karena mempraktekannya dalam hidup kita, dikarenakan ke egoisan, kesombongan, rakus, tamak, dan sebagainga, sehingga kasih didalam hidup kita semakin dingin dan bahkan hilang(Matius 24:12). Jadi pastikan kita terus mempraktekan kasih yang benar dalam hidup kita, karena itu adalah gaya hidup orang percaya.


2. Kasih harus konsisten. 1 Taw 16:34

Allah menunjukan dari awal dimana kasihnya yang begitu konsisten bahkan sampai selama-lamanya. Namun kasih Allah tidak akan hilang, namun bisa hilang atas manusia jika kita sendiri tidak memiliki kasih yang terus konsisten untuk kita lakukan. Artinya kasih yang konsisten akan membuat terus bertumbuh didalam kedewasaan iman. Dalam Matius 24:12, jelas dikatakan disana menunjukan, jika kita tidak dengan konsisten menghidupi kasih Allah, maka kasih itu akan dapat semakin berkurang dan bahkan menghilang. Efek daripada kehilangan gaya hidup yang memiliki kasih adalah hidup kita semakin jahat dimata Tuhan, dan bahkan cenderung dapat melakukan kekerasan dan kekejaman. Oleh sebab itu tidak ada pilihan lain jika mau memiliki kasih Allah, pastikan kita terus secara konsisten menghidupi kasih Allah, dengan membangun manusia rohani kita. 


3. Kasih dengan pengorbanan tanpa batas,(waktu, dan kepada siapapun). Yohanes 3:16

Ayat ini adalah ayat puncak dimana  Allah menyatakan kasihNya atas manusia dengan mengorbankan diriNya tanpa batas apapun. Artinya Allah sendiri tidak memusingkan diriNya sekalipun Dia Tuhan demi menunjukan kasihNya atas kita. Namun ada banyak percaya belum tentu menyadari akan hal ini, sehingga kita berpikir kita hanya mengasihi Allah saja, dan tidak kepada orang lain, tetangga, dan bahkan orang yang kita benci. Artinya kasih yang harus kita hidupi adalah kasih yang tanpa syarat apapun, dan bahkan sekalipun kita harus mengorban ke-egoisan kita, kesombongan kita, status kita dan sebagainya. Jadi jangan pernah berpikir bahwa kasih itu tanggung-tanggung, karena kasih Allah kepada sudah dilakukanNya secara totalitas. 


Kesimpulan: Jadi pastikan kita kembali memiliki kasih Allah yang mungkin telah hilang dalam kehidupan kita. Kasih Allah akan membuat hidup semakin berbeda jika kita menghidupi kasihNya dengan mempraktekannya secara konsisten dengan tanpa batas kepada siapapun. Gaya hidup kasih akan membiasakan kita untuk kita siap menjadi warga kerajaan sorga yang penuh kasih Allah. Amin


Ev. Ariston Napitupulu M.Th

Share:
Komentar

Berita Terkini