Selamat Datang di MediaPendampingNews.Com ➤ Cepat - Akurat - Terpercaya ➤ Semua Wartawan MediaPendampingNews.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.


Renungan Minggu Gambar dan Rupa Allah Ada Pada Diri Kita Nats: Kejadian 1:26

Editor: MediaPendampingNews.com author photo

 


MPnews.Medan. -  Pengenalan akan Allah secara akurat adalah hal mutlak yang harus dimiliki setiap orang percaya. Pengenalan akan Allah secara akurat akan menentukan siapa jati diri kita yang seharusnya didalam Tuhan, karena manusia atau orang percaya adalah gambaran dan rupa Allah atau cerminan Allah. Ada banyak orang berpikir bahwa mengenal Allah dengan sering beribadah, berdoa, baca firman dan melakukan aktifitas-aktifitas rohani yang lain sudah dapat di kategorikan sudah mengenal Allah. Sehingga banyak orang mengira bahwa hanya melakukan aktifitas-aktifitas itu saja sudah cukup dalam pengenalan akan Allah. Jika kita baca dalam Kejadian 1:26, itu diartikan adalah bahwa sebagai manusia atau orang percaya adalah hasil dari gambar  dan rupa Allah atau representasi Allah dalam dunia untuk menunjukan siapa Allah itu, apa sifat Allah itu, dan bagaimana karakter Allah itu. Jadi manusia bukan hanya diciptakan untuk melakukan sesuatu, tetapi untuk menunjukan sesuatu, yaitu pribadi Allah dalam hidup manusia. Pada zaman akhir ini banyak orang berpikir kita cukup melakukan kehendak Allah saja dengan datang beribadah, baca firman, berdoa dan sebagainya, sehingga kita lupa untuk menunjukan gambar dan rupa Allah dalam hidup kita. Kita hanya berpikir bahwa kita cukup beribadah , berdoa, baca firman dan sebagainya, tanpa menampilkan gambar dan rupa Allah dalam hidup kita. Oleh sebab itu kita akan bagaimana cara kita menunjukan gambar dan rupa Allah dalam hidup kita.


1. Kasih. Yohanes 4:8. 

Kasih adalah reprentasi daripada rupa dan gambar Allah. Kasih Allah bukan kepada hal-hal tertentu yang hanya sebagian saja dikasihiNya, tetapi seluruhnya tanpa terkecuali. Allah memiliki dasar kasih yang tidak terbayangkan oleh manusia, sehingga tidak ada manusia yang dapat melampaui kasihNya yang besar. Namun bukan berarti kita tidak mampu memiliki kasih yang seperti Allah miliki, karena kita adalah gambar dan rupa Allah. Kasih Allah adalah kasih yang tanpa batas. Jadi bukan Allah lah yang membatasi kasih itu, melainkan manusia tersebutlah yang membatasinya. Ada banyak orang percaya, masih memiliki kasih yang terbatas. Kasih yang dibatasi dengan jabatan, derajat, harta, cantik/ganteng, miskin/kaya, pintar/bodoh, sehingga membuat kasih itu tidak benar-benar sesuai dengan gambar dan rupa Allah, ini menunjukan bahwa pengenalan akan Allah belum akurat. Kasih ini membuat kita sebagai orang percaya membatasi akan satu sama lain. Tidak jarang kita lihat timbul sekelompok-sekelompok tertentu di dalam aktifitas kerohanian, termasuk didalam gereja sekalipun, sehingga menimbulkan perbedaan satu sama lain. Oleh sebab pastikan kita memiliki kasih yang tanpa membatasi diri kita akan satu dengan yang lain, sehingga kita benar-benar mereprentasikan gambar dan rupa Allah dalam hidup kita yang menunjukan bahwa kita mengenal Allah dengan akurat.


2. Setia dengan janjiNya. Ulangan 7:9.

Allah adalah Allah yang konsisten dalam firmanNya dan dalam janji-janjiNya. Allah dalam berfirman dan berjanji tidak sembarangan atau tidak asal-asalan, karena ketika Allah berfirman atau berjanji itu artinya Allah juga akan menggenapinya tepat pada waktunya. Seringkali kita masih melihat banyak orang percaya bahkan pelayan-pelayan, pendeta, dan aktifis-aktifis kerohanian, ketika membagikan berbicara, atau berjanji, tidak sesuai dengan kehidupannya, sehingga banyak orang menjadi kecewa didalam pelayanan, bahkan hingga murtad. Ini menunjukan bahwa orang tersebut masih jauh dari pengenalan akan Allah sekalipun mereka seorang jemaat, pelayan atau pendeta.  Oleh sebab itu, pastikan kita sebagai orang percaya tidak sembarangan dalam hal berbicara, dan berjanji dengan orang lain, karena apa yang kita bicarakan dan janjikan memunjukan siapa kita yang sebenarnya. 5


3. Self Control (pengendalian diri). Keluaran 34:6

Yesus Kristus Tuhan kita adalah teladan terbaik dalam hal pengendalian diri( Matius 26:53). Kita dapat melihat dalam ayat ini, dimana situasinya sangat tidak di inginkan sebagai manusia pada umumnya, dimana bisa saja Yesus memilih untuk tidak mau di tangkap. Yesus bisa saja merasa bahwa Dia tidak pantas untuk ditangkap atau di permalukan didepan umum, karena Dia mampu melakukan sesuatu yang di kehendakiNya jika Dia mau. Tapi Yesus fokus dalam rencana Allah, sehingga Dia mampu mengotrol diriNya dengan baik dan rencana Allah terjadi dan tergenapi. Oleh sebab itu sudah seharusnya kita mampu mengontrol atau mengendalikan diri kita dengan baik. Mungkin kita mengalami hal-hal yang mengecewakan dalam pelayanan maupun di kehidupan sehari-hari, yang membuat kita emosi dan ujung-ujungnya berakibat fatal. Oleh sebab itu kita harus menyadari dan fokus bahwa rencana Allah dalam hidup kita besar, sehingga kita mampu mengendalikan diri kita dengan tidak mudah emosi dan marah. Oleh sebab itu latih diri kita untuk kita mampu dalam pengendalian diri, karena ini menunjukan seberapa akuratnya pengenalan akan Tuhan dalam hidup kita.


Kesimpulan: Jadi pengenalan akan Allah dalam hidup kita secara akurat akan berdampak dalam hidup kita, sikap, keputusan, respon kita, karena kita adalah reprentasi Allah. Ketika kita mengenal Allah maka kita memiliki kasih yang tidak membatasi adanya jarak terhadap satu sama lain, tidak berbicara atau berjanji dengan sembarangan, karena apa yang keluar dari mulut kita menunjukan seberapa jauh kita mengenal Allah. Oleh sebab itu pengendalian diri sangatlah penting untuk dimiliki, agar kita tetap terjaga dan dan menjadi dampak bagi orang lain, karena kita mengenal siapa Allah kita yang kita sembah. Amin


Ev. Ariston Napitupulu M.Th

Share:
Komentar

Berita Terkini