Selamat Datang di MediaPendampingNews.Com ➤ Cepat - Akurat - Terpercaya ➤ Semua Wartawan MediaPendampingNews.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.



Bupati Toba : Mari Wujudkan Pemilu Damai

Editor: MediaPendampingNews.com author photo

 


MPnews.Toba  -  Bupati Toba, Poltak Sitorus berharap pemilihan umum (Pemilu) 2024 adalah pemilu yang damai, khususnya di Kabupaten Toba.


"Memang hanya satu kata, damai, tapi bagaimana supaya damai, itu butuh kerja keras. Dan untuk mewujudkan itu, butuh kerjasama dan kolaborasi dari seluruh pihak," kata Poltak Sitorus saat membuka acara Sosialisasi Cipta Kondisi Dalam Rangka Pencegahan Konflik, di Pendopo rumah dinas Bupati Toba di Balige, Selasa, (5/12/2023).


Poltak Sitorus  berharap agar pada pemilu mendatang tidak ada konflik, kekerasan, dan tindakan provokasi. Ia juga mengajak masyarakat agar mendoakan calon pemimpin agar kelak siapapun yang terpilih, merupakan pilihan Tuhan. Khusus kepada ASN, Bupati mengajak agar tetap menjaga netralitasnya.


"Kita doakan, agar Tuhanlah yang memilih legislatif, presiden, dan nanti juga kepala daerah, karena kalau dari Tuhan pastilah yang terbaik," kata Bupati.


"Sekali lagi, mari semua pihak, termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, Bawaslu, KPU, insan pers, LSM, dan semua pihak, mari kita berkolaborasi, mewujudkan pemilu damai," pungkas Bupati.


Pemkab Toba menggelar sosialisasi ini melalui  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dengan  mengusung tema "Membangun Harmoni Mencegah Konflik Menuju Pemilu Tahun 2024 yang Aman dan Damai."


Hadir sekaligus menjadi narasumber, Ketua Bawaslu Toba, Sahat Sibarani, Ketua KPU Toba, Sugar Sibarani, Kapolres Toba diwakili Kapolsek Balige Iptu Slamat Pasaribu, dan Kaban Kesbangpol, Josib Broztito Sianipar.


Sosialisasi ini diikuti oleh camat se-Kabupaten Toba, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda dari 16 kecamatan, partai politik, anggota forum, organisasi dan undangan lainnya.


Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan akan meningkatkan harmonisasi serta terjalinnya sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan penyelenggara pemilihan umum sampai ke lingkup kecamatan bahkan desa, serta sebagai pencegahan secara komprehensif atas kondisi atau situasi yang berpotensi menimbulkan konflik.



(MPNews/Rion Sigal)

Share:
Komentar

Berita Terkini