Selamat Datang di MediaPendampingNews.Com ➤ Cepat - Akurat - Terpercaya ➤ Semua Wartawan MediaPendampingNews.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.


Renungan Minggu. : Iman Yang Hidup Nats: Kejadian 12:1-4

Editor: MediaPendampingNews.com author photo

 


MPnews.Medan. -  Perjalanan hidup Abraham adalah perjalan yang menghasilkan pengaruh yang luar biasa dalam sejarah Alkitab tentang iman. Abraham memiliki iman yang menghasilkan mukjizat yang tidak masuk akal sama sekali, tetapi imannya mampu membuktikan kepada dunia. Jadi Abraham adalah salah satu contoh bagaimana seharusnya kita sebagai orang percaya dalam iman agar dapat juga mengalami muljizat. Oleh sebab itu kita akan belajar dari prinsip Abraham untuk kita juga dapat mengalami mukjizat yang nyata dalam hidup kita didalam Tuhan. 


1. Iman Abraham adalah iman yang dia tidak peduli atas hasil yang telah dia kerjakan selama di negerinya. Kejadian 12:1-4.

Ini yang terjadi dalam diri Abraham ketika dia dipanggil Tuhan untuk pergi dari negeri yang dia hidupi selama ini, yaitu dia tidak perduli dengan keberhasilan yang sudah dia lakukan selama di negerinya. Abraham pada masa dia hidup sebelum di panggil Tuhan, dia adalah orang yang taat pada agama, kaya,  terhormat dan berhasil dalam hidupnya. Tetapi ketika Allah memerintahkan dia untuk pergi kemana dia tidak tahu arah dan tujuan yang di perintahkan oleh Allah, tetapi dia tetap mengikuti perintah Allah. Artinya Abraham tidak peduli dengan hartanya, kehormatannya dan bahkan keberhasilan yang dia lakukan selama dia hidup, karena dia tahu bahwa Allah segalanya dari semua apa yang dia lakukan. Ada banyak orang percaya ketika hidup didalam Tuhan, beribadah, rajin persekutuan, belum tentu memiliki iman yang seharusnya. Seharusnya menyadari bahwa iman bukan berbicara tentang diri kita, tentang apa yang sudah kita lakukan, tetapi tentang apa yang Tuhan mau dalam hidup kita untuk kita perbuat. 


2. Iman Abraham adalah iman yang tidak mempertahankan siapa dirinya. Kejadian 12:1-4. 

Ini yang dilakukan oleh Abraham ketika dia menerima perintah untuk pergi dari negerinya, yaitu dia tidak mempertahankan statusnya. Dalam ayat 4 mengatakan "lalu pergilah Abraham" menunjukan bahwa Abraham tidak pedulia siapa dirinya selama ini. Abraham adalah orang terhormat pada masanya di negerinya, daerahnya dan bahkan keluarganya. Namun Abraham tidak peduli akan statusnya, sekalipun dia tidak tahu kemana perginya, dan bahkan jika dia nanti jatuh miskin. Artinya iman kita tidak berbicara tentang siapa kita, tetapi berbicara tentang siapa Tuhan. Banyak percaya jaman sekarang berpikir bahwa diri kita sudah beriman kepada Tuhan, namun tanpa kita sadari dan bahkan menyadari bahwa kita semakin sombong didalam hidup kita, dikarenakan ke aku-an kita lebih besar daripada ke Tuhan. Seringkali kita malah menonjolkan diri kita sendiri dan bukan menonjolkan Tuhan dalam hidup kita. Oleh sebab itu milikilah iman yang benar-benar menonjolkan Tuhan dalam hidup kita.


Kesimpulang: Jadi mari kita sadari apakah kita memiliki iman yang benar-benar hanya kepada Tuhan saja, karena ada banyak yang katanya beriman namun tidak memiliki iman. Jadi gaya hidup kita seharusnya menunjukan atau menggambarkan iman kita kepada Tuhan. Orang beriman tidak memiliki kata sombong dalam hidupnya, karena orang yang beriman pasti secara otomatis adalah orang yang rendah hati. Pastikan kita memiliki iman yang benar. Amin 


Ev. Ariston Napitupulu M.Th

Share:
Komentar

Berita Terkini