MPnews. Medan - Kepercayaan adalah bagian dari hidup orang percaya, dimana kita percaya akan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan jurus selamat kita, dan ini hal mutlak yang seharusnya dimiliki dalam iman orang percaya. Kita percaya kepada Tuhan karena kita tahu Dia adalah Allah yang hidup, Dialah Allah yang berdaulat atas hidup kita, dan itu kita imani dalam hidup kita. Tuhan juga memiliki “kepercayaan” kepada manusia, dimana Tuhan tahu bahwa manusia mampu memenuhi panggilanNya. Adam dan Hawa adalah salah satu bagian dimana Tuhan mempercayakan kepada mereka untuk menguasai bumi dan mengelolahnya, karena Tuhan tahu Adam dan Hawa pasti mampu melakukan setiap tugas dan panggilannya(Kejadian 1:26). Yusuf juga adalah orang yang Tuhan percayakan untuk satu panggilan dan Tuhan tahu Yusuf mampu melakukannya. Kita akan belajar bagaimana seorang Yusuf yang dapat menjadi kepercayaan Tuhan dalam menerima panggilan dan mampu menyelesaikan tugas dalam panggilannya.
1 . Konsisten
Dalam bahasa Indonesia, konsisten adalah “ketetapan, kemantapan, tidak berubah-ubah, berpegang penuh dalam prinsip”. Inilah salah satu prinsip yang dipegang oleh Yusuf, dimana dia benar-benar tetap konsisten dalam panggilannya sekalipun banyak yang dia hadapi. Yusuf tetap konsisten memegang panggilannya sekalipun dia dijual ke Mesir(Kejadian 37:12-36), Yusuf tetap konsisten dalam panggilannya sekalipun dia di fitnah(Kejadian 39:1-23), Yusuf tetap konsisten sekalipun dia dilupakan(Kejadian 40:23). Prinsip inilah yang dilihat Tuhan dalam diri Yusuf, dimana dia benar-benar konsisten dalam panggilannya sekalipun banyak hal yang dia lewati dan mungkin dapat mengubah panggilannya jika dia menyerah. Seringkali kita sebagai orang percaya, sangat mudah menyerah ketika kita mengalami hal-hal atau masalah yang membuat panggilan kita goyah. Ketika kita mengalami seperti tidak dianggap oleh orang lain, keluarga, bahkan mungkin dalam pelayanan dan pekerjaan, kita merasa kecewa dengan perlakuan tersebut, sehingga membuat kita gagal dalam memenuhi panggilan kita masing-masing. Ketika kita mengalami fitnahan, padahal kita tidak melakukan sesuatu, kita kecewa dan bahkan melawan. Ketika kita seperti dilupakan dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan dan sebagainya, kita merasa kecewa karena terlupakan. Namun Yusuf, sekalipun mengalami hal demikian, dia tetap percaya dalam panggilannya, sehingga dia tidak kecewa dengan Tuhan karena dia yakin apa yang Tuhan telah tetapkan dalam panggilannya, ketika dia konsisten dan tidak berubah-ubah dalam prinsipnya, maka panggilannya akan tergenapi dengan benar. Demikian juga seharusnya kita, ketika kita mengalami seperti orang yang terjual, difitnah, bahkan mungkin dilupakan, dan kita percaya bahwa semuanya itu untuk menggenapi panggilan kita didalam Tuhan, maka kita akan mencapai garis akhir dan menyelesaikan panggilan kita masing-masing.
2 . Pengendalian Diri(Self Control)
Jangan menganggap remeh akan yang namanya pengendalian diri, karena ternyata, pengendalian diri sangat penting untuk kita miliki agar kita mencapai garis akhir dan mampu menyelesaikan panggilan kita didalam Tuhan. Yusuf adalah salah satu contoh dimana dia mampu mengendalikan dirinya sekalipun ada banyak hal yang mungkin saja membuat dia terpengaruh dan merusak panggilannya. Yusuf mampu mengendalikan dirinya, sekalipun dia dijual ke Mesir. Yusuf mampu mengendalikan dirinya sekalipun dia digoda oleh wanita untuk melakukan hal-hal yang tidak berkenan dihadapan Tuhan(Kejadian 39:7-8). Yusuf tetap sabar sekalipun dia dilupakan oleh teman-temannya(Kejadian 40:23). Ada banyak orang tidak mampu mengendalikan dirinya ketika mengalami hal-hal yang seperti Yusuf alami, dimana kita sering mudah menyerah bahkan terpengaruh dengan godaan-godaan yang membuat kita melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Godaan disini, bukan hanya berbicara tentang lawan jenis, tetapi mungkin bisa saja itu berbentuk uang,, harta, jabatan untuk kita melakukan korupsi, kecurangan, dan saling menjatuhkan. Ini adalah cara setan untuk kita jatuh dalam dosa dan gagal dalam memenuhi panggilan kita. Jadi Tuhan sangat percaya kepada Yusuf, karena Yusuf memiliki pengendalian diri yang baik. Oleh sebab itu, pastikan kita memiliki pengendalian diri yang baik, sehingga ketika kita mampu mengendalikan diri kita dengan benar, maka kita juga akan mampu menyelesaikan panggilan kita sampai garis akhir.
3 . Sadar akan adanya Tuhan (Kejadian 45:5)
Jika kita baca perikop keseluruhan dalam ayat ini, maka kita akan melihat dalam ayat 5 dikatakan “karena kamu menjual aku kesini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu”. Artinya dari awal Yusuf selalu menyadari bahwa akan adanya keterlibatan Tuhan dalam kehidupan yang dia lewati selama dia hidup, termasuk ketika dia dijual, di fitnah, bahkan dilupakan. Dia selalu menyadari bahwa ada campur tangan Tuhan dalam setiap problema yang dia hadapi. Sehingga ketika dia selalu menyadari akan hal itu, maka dia tidak akan mengambil keputusan yang namanya keputusasaan, menyerah, bahkan mengambil jalan pintas(curang). Oleh sebab itu, sudah seharusnya sebagai orang percaya selalu menyadari bahwa Tuhan selalu hadir dalam kehidupan kita, walaupun ada banyak masalah dan tantangan yang kita hadapi. Jadi sangat penting bagi kita untuk sadar akan kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita kapanpun dan dimanapun kita berada. Orang-orang yang sadar akan kehadiran Tuhan, maka orang tersebut tidak akan mudah jatuh dalam dosa, korupsi, perselingkuhan, dan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran. Jadi pastikan kita selalu sadar bahwa ada Tuhan dalam kehidupan kita.
Kesimpulan: Jadi untuk kita mau menjadi kepercayaan Tuhan, maka pastikan kita memiliki hidup yang konsisten dalam memenuhi panggilan kita, jangan berubah-ubah, tetap berpegang dalam iman dan kebenaran yang Tuhan telah ajarkan lewat firmanNya. Pastika kita juga memiliki pengendalian diri yang baik, agar kita mampu mengatasi dan tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang membuat kita gagal dalam memenuhi panggilan kita. Pastikan kita juga terus menyadari akan hadirnya Tuhan dalam kehidupan kita, sehingga kita tidak akan jatuh kedalam dosa, perselingkuhan, kecurangan dan sebagainya. Milikilah prinsip-prinsip tersebut maka Tuhan akan mempercayakan hal-hal yang lebih besar yang tidak kita bayangkan sebelumnya. Amin
Ev. Ariston Napitupulu. S.Th