MPnews.Medan - Penyembahan identik dengan kepercayaan. Setiap orang memiliki kepercayaan tersendiri dalam kehidupan pribadi masing-masing manusia. Dan kepercayaan itu menimbulkan iman, dan iman yang menggerakan dalam penyembahan. Sebagai orang percaya didalam Kristus Yesus Tuhan kita, maka secara otomatis kita seharusnya menyembah Dia. Penyembahan kita tertuju kepadaNya dan hanya kepada Yesus saja. Ada banyak orang belum memahami bagaimana menjadi penyembah yang benar seperti yang di kehendaki oleh Allah. Ayat nats dalam judul hari ini adalah menceritakan bagaimana Yesus mengajar kita agar kita menjadi penyembah didalam roh dan kebenaran. Oleh sebab kita akan belajar bagaimana Allah menginginkan kita menjadi seorang penyembah yang benar didalam roh dan kebenaran.
1. Menyembah tidak dibatasi oleh waktu dan tempat(Yohanes 4:21).
Tidak kebetulan Yesus berbicara kepada orang Samaria, dimana status orang Samaria adalah tidak boleh bargaul kepada orang Yahudi(ayat 9). Namun jelas kita ketika Yesus bertemu dengan wanita tersebut dalam ayat 21 ada dikatakan "kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem". Artinya memang penyembahan, persembahan, ibadah sebelumnya selalu dibatasi oleh tempat(bait Allah), sehingga membuat orang-orang sangat sulit untuk datang kepada Tuhan, karena ada syarat-syarat tertentu yang harus dilakukan. Namun jelas dalam ayat 21, Yesus menekankan bahwa penyembahan bukan lagi berbicara tentang tempat. Artinya Yesus menekankan bahwa kapanpun dan dimanapun kita dapat menyembah Dia. Ada banyak orang masih sulit melakukan penyembahan dikarenakan keadaan dan situasi yang membuat kita tidak dapat melakukan penyembahan. Jadi pastikan jangan biarkan keadaan waktu dan tempat menghalangi kita untuk menyembah Dia.
2. Mengenali siapa yang kita sembah(Yohanes 4:22).
Kita masih sering melihat ada banyak orang menyembah hanya sebagai rutinitas saja, seperti sedang berkaraoke, seperti sedang latihan bernyanyi, dan mungkin hanya agar mendapat berkat saja, tanpa mengenal siapa yang kita sembah. Ketika Yesus mengatakan kata "kenal", artinya Yesus menekankan kita untuk kita tidak asal menyembah. Banyak orang percaya pada akhir jaman tidak mengenali siapa yang disembah, sehingga pertumbuhan tidak terjadi dalam hidup orang percaya, dan ketika itu terjadi maka ibadah-ibadah yang dijalankan hanya menjadi rutinitas saja. Arti penyembahan bukan hanya bernyanyi, mengeluarkan suara yang keras, memiliki vocal yang bagus, namum penyembahan berbicara juga tentang sudah sampai dimana kita dalam pengenalan akan Tuhan. Jadi pastikan kita mengenal siapa yang kita sembah.
Kesimpulan: Jadi ketika kita menjadi seorang penyembah dalam roh dan kebenaran, pastikan kita kenali siapa yang kita sembah. Oleh sebab itu jangan biar waktu dan tempat menghalangi kita untuk menyembah Dia. Amin
Ev. Ariston Napitupulu M.Th
