Selamat Datang di MediaPendampingNews.Com ➤ Cepat - Akurat - Terpercaya ➤ Semua Wartawan MediaPendampingNews.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.



Renungan Minggu : Mengalami Hadirat Tuhan Nats: Yohanes 15:4

Editor: MediaPendampingNews.com author photo

 


MPnews.Medan  -  Orang percaya yang hidup bertumbuh didalam iman dengan baik dan benar, akan menyadari bahwa kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita menjadi hal yang terutama dan tidak pernah lepas dalam kehidupan kita. Artinya adalah kita seharusnya sudah menjadi bagian pembawa kehadiran Tuhan, baik didalam kehidupan kita pribadi, maupun bagi orang lain. Yang harus kita sadari bahwa kehadiran Tuhan itu berbeda dengan kehadiran dengan hal-hal yang lain. Ketika kita terus menghadirkan hadirat Tuhan dalam kehidupan kita, maka dampak yang besar akan terjadi didalam kehidupan kita secara otomatis, dan bahkan berdampak juga bagi orang lain. Dampak apa saja yang akan kita terima jika kita konsisten bertumbuh dalam iman, dan menghadirkan hadirat Tuhan dalam 

kehidupan kita?

 

1. Cara Pandang Yang Berbeda(nilai-nilai yang terbangun). Lukas 9:18-20.

Ini yang seharusnya terjadi ketika kita benar-benar mengalami dan hidup didalam hadirat Tuhan, yaitu cara pandang kita terhadap Tuhan didalam hadiratNya akan berbeda dari cara pandang kita sebelumnya(ada nilai-nilai yang terbangun). Dalam ayat ini urid-murid Tuhan Yesus ketika mereka mengalami kehidupan yang seara langsung dengan Tuhan Yesus Kristus, dengan seiringnya waktu, mereka mengalami dampak penilain terhadap Tuhan Yesus. Sebelumnya mereka hanya menganggap Tuhan Yesus hanya sebagai nabi, Yohanes pembabptis, dan Elia, namun ketika puncaknya mereka menyadari bahwa Yesus adalah Mesias. Ini menunjuka bahwa perubahan cara pandang murid-murid selama bersama-sama dengan Yesus semakin bertumbuh. Artinya adalah bahwa setiap kita sebagai orang percaya yang terus mengalami dan hidup dalam hadirat Tuhan, maka secara otomatis, cara pandang kita akan Tuhan semakin bertumbuh dan berbeda, dan bukan malah semakin menurun. 


2.Gaya Hidupnya Yang Berbeda(perubahan karakter). Lukas 19:1-10.

Ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa Zakheus adalah sorang pemungut cukai, dan latar belakang pemungut cukai pada jaman tersebut sangat lah buruk dimata orang lain. Namun ketika Zakheus menyadari akan kehadiran Tuhan Yesus dalam kehidupannya, dia secara bertahap mengalami pertumbuhan atau perubahan karakter yang sangat signifikan. Dari sini saya melihat bahwa perubahan karakter seorang Zakheus bukan hanya dari cara pandangnya saja, tetapi perubahan daripada karakternya yang tadinya buruk menjadi kebalikannya. Artinya sudah seharusnya kita sebagai orang percaya, mengalami pertumbuhan baik didalam cara pandang dan dalam karakter kita. Artinya karakter kita akan menentukan apakah kita mengalami hadirat Tuhan atau tidak dalam kehidupan kita. 


3. Cara Kita Bersyukur. Efesus 5:20

Dalam ayat ini saya mendapati bahwa mengucap syukur kepada Tuhan setiap saat, adalah hasil daripada respon iman kita yang aktif dan terus terbangun dengan baik. Artinya pengucapan syukur yang kita berikan kepada Tuhan, bukan dikarenakan kita menerima kebaikan ataupun keburukan, tetapi dalam segala hal apapun yang kita alami, secara otomatis kita selalu mengucap syukur. Artinya juga bahwa pengucapan syukur kita kepada Tuhan bukan karenan sebab akibat, tetapi memang karena hidup kita adalah hasil dari kasih karunia dan anugerah yang tak terhinga, yang tidak bisa dibandingkan dengan keadaan ataupun situasi(Kolose 1:16). Oleh sebab itu pengucapan syukur itu harus menjadi gaya hidup kita kapan pun waktu dan tempatnya. 



Kesimpulan: Jadi jelas bahwa hadirat Tuhan itu tidak sama dengan kehadiran yang lain. Oleh sebab kita harus menyadari bahwa kehadiran Tuhan itu adalah kehadiran yang terutama dalam kehidupan kita. Pastikan bahwa kehadiran Tuhan mengalami dampak bagi kehidupan kita, baik dalam cara pandang dan karakter kita yang lama, sehingga itu akan berdampak juga daripada cara kita bersyukur kepada Tuhan, karena kita menyadari bahwa hidup kita adalah kasih karunia dan anugerah yang sempurna. Amin 


Ev. Ariston Napitupulu M.Th

Share:
Komentar

Berita Terkini