Selamat Datang di MediaPendampingNews.Com ➤ Cepat - Akurat - Terpercaya ➤ Semua Wartawan MediaPendampingNews.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.


Renungan Minggu : Tiga Penghalang Iman Nats: Ibrani 11:1-2

Editor: MediaPendampingNews.com author photo

 


MPnews.Medan  -  Dasar orang percaya tidak hanya didasari oleh hanya kata percaya saja, tetapi harus didasari oleh iman. Iman dalam Kristus adalah suatu keyakinan total tentang hal apapun yang diajarkan oleh Kristus Yesus Tuhan kita. Jadi fokus orang beriman itu seharusnya teguh kepada Kristus, karena arti iman tidak hanya sekedar percaya saja, tetapi juga melakukan. Jika kita baca ayat Ibrani 1-40, semua tokoh dalam Alkitab hidupnya mengalami mukjizat dan penyertaan Tuhan itu bukan saja hanya sekedar percaya, tetapi juga melakukan tindakan iman. Namun ada banyak hal juga beberapa tokoh dalam Alkitab gagal dalam mempertahankan imannya. Oleh sebab itu kita harus mengetahui apa saja hal yang menghalangi iman kita dalam Kristus Yesus. 


1. Arogansi. Amsal 16:5

Amsal jelas mengatakan bahwa orang yang tinggi hati adalah kekejian dimata Tuhan, dan efek daripada orang yang tinggi adalah hidupnya menjadi arogansi dan sesuka-sukanya dalam melakukan hal apapun. Dalam bahasa Indonesia kata Arogansi dapat diartikan dengan kata "kesombongan, keangkuhan, tidak meminta maaf, suka menunjukan kekuasaannya". Ada banyak percaya jaman sekarang tanpa menyadari dan mungkin disadai bahwa hidup kita menjadi hidup yang arogansi dimata Tuhan, yang dimana kita melakukan hala apapun termasuk hal kerohanian itu sesuka-suka kita, sehingga kita melakukan pelayanan, aktifitas kerohanian itu hanya dilakukan seperti apa yang kita mau dan bukan apa yang Tuhan mau. Inilah yang namanya ke arogansian, sehingga menimbulkan dampak bukan hanya kepada kita sendiri tetapi juga kepada orang lain. Raja Saul Firaun, Goliat, binasa karena ke arogansiannya, Posisi, jabatan, harta, dan sebagainya akan dapat mempengaruhi gaya hidup kita, apakah kita tetap rendah hati atau semakin arogansi. Pastikan kita tetap rendah hati. 


2. Independensi spirit. Kejadian 3:6-7, Yehezkiel 28:18. 

Dalam bahasa Indonesia, Independensi adalah suatu keadaan atau posisi dimana kita tidak terikat dengan pihak manapun. Independsi spirit adalah gaya hidup yang membuat Adam  dan Hawa, dan Lucifer jatuh kedalam dosa, yang dimana mereka mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu dalam kehendak pribadi tanpa adanya keterlibatan Tuhan dalamnya. Artinya Adam dan Hawa, dan Lucifer mulai keluar dari perintah Allah, dan melepaskan diri dari peraturan-peraturan yang seharusnya menjaga kehidupan mereka. Mazmur 91:14, adalah ayat dimana Musa menyatakan bahwa keterikatan total kepada Tuhan akan menghasilkan kehidupan dengan benteng atau penyertaan Tuhan yang sempurna, sehingg kita tidak melakukan pelanggaran Firman Tuhan. Ada banyak orang percaya juga tanpa sadar, dan bahkan menyadari diri memiliki independsi spirit, yang mengakitbatkan keputusan-keputusan yang kita ambil bukan berasal dari tuntunan Roh Kudus, tetapi dari pribadi atau kehendak kita sendiri, sehingga bukan hanya kita saja yang rugi, tetapi berdampak juga kepada orang lain. Oleh sebab itu pastikan apapun keputusan yang kita ambil dalam melangkah dengan iman, itu sesuai dengan tuntunan Roh Kudus.


3. Manipulasi. Kejadian 3: 1-6, Matius 4:1-11.

Dalam bahasa Indonesia, Manipulasi dalah gaya dalam memengaruhi pengetahuan sosial seseorang atau sekelompok yang bertujuan untuk mengubah persepsi atau perilaku orang atau kelompok secara licik, menipu, atau bahkan metode bisa melalui sebuah strategi yang kasar. Inilah cara gaya Iblis dan bahkan juga di aminkan oleh Adam dan Hawa ketika mereka jatuh dalam dosa, dimana iblis mempengaruhi atau memanipulasikan Firman Tuhan terhadap Adam dan Hawa sehingga jatuh dalam dosa. Namun Tuhan ketika dalam pencobaan di padang gurun, Tuhan Yesus menekankan dimana diriNya tidak bisa dimanipulasikan oleh iblis, yaitu dengan cara memperkatakan Firman Tuhan. Ada banyak orang percaya jaman sekarang justru memanipulasikan Firman Tuhan, dengan kotbah, renungan, dan sebagainya hanya untuk menyenangkan hati kita, menguntungkan kita, sehingga membuat kita hidup nyaman tanpa menyadari bahwa kita sudah jauh dari kebenaran Firman Tuhan. Oleh sebab itu mari sadari apakah kita hidup dengan memanipulasikan Firman Tuhan atau tidak, karena orang yang benar-benar memperkatakan Firman maka kita tidak akan mudah jatuh dalam dosa. 


Kesimpulan: Jadi artinya iman kita pasti akan di uji apakah kita benar-benar memiliki iman yang bertumbuh atau tidak. Karena orang yang beriman akan selalu menjaga dirinya tetap rendah hati, mampu mengendalikan diri dan selalu memiliki motivasi yang benar tanpa ada niat untuk mencari kenyamanan atau untuk keuntungan pribadi. Karena iman bukan berbicara tentan harta, jabatan, dan lain-lain, tetapi iman berbicara tentan kepercayaan dengan ketaatan total secara penuh. Amin


Ev. Ariston Napitupulu S.Th

Share:
Komentar

Berita Terkini