![]() |
| Foto : Kondisi pertanaman di lapangan |
MPnews.Padang - Tanaman kakao merupakan komoditi andalan penyumbang devisa negara disamping komoditi perkebunan yang lain seperti kelapa sawit, kopi, kelapa dan karet. Lahan penanaman kakao disamping dikelola oleh perusahaan besar, sebagian juga dikelola oleh petani atau masyarakat. Kakao merupakan salah satu jenis tanaman penyegar yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Areal penanaman tanaman kakao tersebar luas hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan sentra-sentra pengembangan berada di wilayah Sulawesi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.
Benih merupakan sarana produksi yang penting dan menentukan keberhasilan budidaya tanaman perkebunan, terutama mengenai mutu benih yang digunakan sangat menentukan berhasil atau tidaknya usaha perkebunan tersebut. Dalam rangka menghadapi era perdagangan bebas, peningkatan produktivitas dan mutu biji kakao terus dilakukan. Salah satu upaya yang ditempuh adalah program peningkatan perbaikan mutu kakao Nasional. Program peningkatan perbaikan mutu kakao dilakukan dengan menggunakan benih unggul bermutu sebagai bahan tanam yang berasal dari sumber benih yang ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan surat keputusan dari pejabat yang berwenang. Berdasarkan Kepmentan Nomor: : 25 /Kpts/KB.020/5/2017 tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanamanm Kakao. Untuk menjamin kelayakan kebun induk dan kebun entres kakao sebagai kebun sumber benih dilakukan evaluasi paling kurang 1 (satu) tahun sekali.
Pada bulan September 2017 telah dilakukan penetapan terhadap kebun CV. Scorpio Komunikasi oleh Tim dari Dirjenbun dan BP2MB Sumbar. Hasil Penetapan menyimpulkan adanya penambahan luasan dan populasi dari penetapan yang pertama yaitu luas kebun benih menjadi 2 Ha yang terdiri dari 4 (empat) Blok yaitu Blok A, B, C dan D. Berdasarkan hasil penetapan pada September 2017 tersebut diperoleh populasi murni pada Blok A sebanyak 316 pohon, Blok B 680 pohon, Blok C 46 pohon dan Blok D sebanyak 336 pohon. Populasi tanaman keseluruhan sebanyak 1.378 pohon dan telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor: 91/Kpts/KB.020/11/2017, tanggal 23 Nopember 2017. Izin Usaha Produksi Benih (IUPB) Nomor : 525.1/11/SIUPB/DPM&PTSP/VI-2017, tanggal 08 Juni 2017.
Kebun sumber benih milik CV. Scorpio Komunikasi terletak di Desa Gando Kenagarian Piobang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Propinsi Sumatera Barat luasan kebun 2 ha, jumlah populasi produktif (pohon berbuah 1.375 pohon. Berdasarkan evaluasi tanggal 22 September 2022 diperoleh hasil taksasi potensi produksi benih sebanyak 906.568 butir (sampai dengan bulan Maret 2023) dan tidak ditemukan adanya serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK).
Kesimpulan : Kebun sumber benih milik CV. Scorpio Komunikasi berlokasi di Desa Gando Kenagarian Piobang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Propinsi Sumatera Barat. Luas kebun 2 ha, jumlah populasi produktif (pohon berbuah) 1.375 pohon. Taksasi potensi produksi benih sebanyak 906.568 butir (sampai dengan bulan Maret 2023) dan tidak ditemukan serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK). Secara administrasi dan teknis kebun sumber benih kakao milik PT. Scorpio Komunikasi masih layak sebagai sumber benih kakao.
Penulis : Tiodor S.Situmorang,SSi
Pengawas Benih Tanaman (PBT) BBPPTP Medan
( MP RD )
