Selamat Datang di MediaPendampingNews.Com ➤ Cepat - Akurat - Terpercaya ➤ Semua Wartawan MediaPendampingNews.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.


Andi Undru: Dukungan kepada Pemerintah Harus Disertai Kritik Konstruktif

Editor: MediaPendampingNews.com author photo

 


MPnews.Jakarta. - Praktisi pertanian nasional Andi Undru Mario menegaskan dukungan terhadap upaya pemerintah mencapai swasembada pangan perlu berjalan beriringan dengan kritik konstruktif terhadap persoalan yang masih ditemukan di lapangan.


Menurut Andi, kritik diperlukan bukan untuk melemahkan kebijakan pemerintah, melainkan menjadi bagian dari upaya memperbaiki pelaksanaan program agar manfaatnya semakin dirasakan petani.


“Kita harus memberikan dukungan terhadap pemerintah untuk mencapai swasembada pangan. Tetapi dukungan itu juga harus disertai kritik yang konstruktif. Kalau ada persoalan di lapangan, harus disampaikan agar segera diperbaiki,” kata Andi dalam Diskusi Media 2026 bertajuk “Menjaga Ketahanan dan Swasembada Pangan di Tengah Krisis Global” yang digelar DPP Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) di Rarampa Resto & Bar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (20/9/2026).


Formulator Pupuk Super Tani Indonesia yang berpengalaman mendampingi petani di berbagai wilayah Indonesia itu menilai salah satu hal yang perlu terus dibenahi adalah sistem penyaluran bantuan pertanian.


Andi menyoroti pentingnya akurasi data agar program subsidi dan bantuan pemerintah dapat diterima oleh petani yang benar-benar menggarap lahan.


“Pendataan harus berbasis by name, by address, and by land. Artinya, harus jelas siapa petaninya, di mana alamatnya, dan berapa luas lahan yang benar-benar digarap,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan agar mekanisme penyaluran bantuan tidak hanya bertumpu pada struktur organisasi atau kelompok tani. Yang tidak kalah penting, kata Andi, adalah memastikan manfaat program benar-benar sampai kepada pelaku utama produksi.


“Jangan sampai ada petani yang benar-benar menggarap lahan tetapi justru tidak mendapatkan dukungan karena persoalan administrasi atau data,” katanya.


Andi menilai pembenahan kebijakan bantuan perlu dilakukan bersamaan dengan peningkatan produktivitas. Pemerintah, menurutnya, juga perlu terus memberikan ruang terhadap inovasi teknologi dan sarana produksi yang dapat membantu petani meningkatkan hasil panen.


Pengalaman Andi mendampingi petani juga membuatnya terlibat dalam kegiatan pembagian pupuk gratis ketika terjadi kelangkaan pupuk di sejumlah daerah. Kegiatan tersebut telah dilakukan selama sekitar 15 tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi petani.


Bagi Andi, keberhasilan swasembada pangan pada akhirnya sangat berkaitan dengan kesejahteraan petani dan keberlanjutan lahan pertanian.


“Petani harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam pembangunan ketahanan pangan. Ketika petani sejahtera, produktivitas meningkat, dan lahan pertanian terlindungi, maka ketahanan pangan nasional juga akan semakin kuat,” ujarnya.


Andi menegaskan tujuan utama dari berbagai masukan tersebut adalah memperkuat produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.


“Tujuannya satu, bagaimana petani semakin sejahtera dan produksi pangan nasional semakin kuat,” tutupnya.


Ketua Umum DPP SPRI Heintje Mandagi mengatakan, penyelenggaraan Diskusi Media 2026 merupakan bagian dari kontribusi pers dalam mengangkat isu strategis yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat dan masa depan bangsa.


“Ketahanan pangan adalah persoalan strategis yang menyangkut kepentingan seluruh rakyat Indonesia, sehingga harus menjadi perhatian bersama,” ujar Heintje.


Diskusi tersebut turut menghadirkan Mantan Irjen Kementerian Pertanian Jan Samuel Maringka sebagai narasumber dan wartawan dari sejumlah media televisi serta online nasional.


MP RD 

Share:
Komentar

Berita Terkini